MAKASSAR, Transtribun.com l Soal pemindahan Pasar Bolu yang terkandung dalam Visi-Misi dan Program Pasangan Calon No. 1, Yohanis Bassang-Marthen Rante Tondok yang kemudian menjadi polemik dan viral di media sosial dinilai kubu Ombas-Marthen keliru dan terdapat kesalahan. Kalimat redaksi pada poin 5.c. seharusnya berbunyi, “Pemindahan pasar subu bolu ke tempat lain”, bukan “Pemindahan pasar bolu ke tempat lain”.
Kata “subu” dihilangkan sehingga berakibat terjadi polemik. “Program yg kurang subu nya pak harusnya pemindahan pasar subu bolu tp hilang subu nya sehingga jadi polemik. Kan ada di program berikut di bawah justru tegaskan penyiapan lahan parkiran untuk kota Rantepao dan pasar bolu bgitu 🙏🙏🙏🙏,” ujar Yafet Bontong, personil tim pemenangan Ombas-Marthen, yang disampaikan melalui pesan WA ke media ini. Kamis (24/10) pagi.
Diketahui, sejauh ini berbagai cara ditempuh dengan menyebar sejumlah isu untuk menyerang paslon petahana, Ombas-Marthen. Namun upaya untuk merontokkan paslon yang diprediksi bakal keluar sebagai pemenang ini gagal di tengah jalan. Seperti isu mutasi 147 pejabat, data penerima dana PIP yang menyeret nama anak Ombas, Fhiridiq Putra Bassang, pelecehan status sosial sebuah komunitas dan mengaitkannya dengan Ombas serta isu lain. Namun semuanya tidak membuahkan hasil, Ombas-Marthen tetap tegar dan pantang menyerah serta eksis.
Terakhir, soal pemindahan pasar Bolu yang viral dan jadi polemik, padahal maksudnya adalah pemindahan pasar subu bolu. “Dalam psikologi politik, calon biasa diserang dengan digoyang karena dinilai kuat dan dikuatirkan akan menang. Sebaliknya pihak yang menyerang cenderung diliputi kegelisahan dan rasa was-was jangan sampai pihak lawan leluasa dan mudah menang. Tapi sebaiknya ke-2 paslon fair dan tidak saling serang. Bersaing sehatlah,” harap Erlinuddin, Deputi Tim Media Center Ombas-Marthen. (james)

