Close Menu
TRANS TRIBUNTRANS TRIBUN
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • PILKADA
  • HUKUM
  • INFO DESA
  • RAGAM
Berita Terkini

PWI Sulsel Ambil Alih Daerah yang Kosong, Wajo Jadi Perhatian

Agustus 25, 2026

Personel Polsek Mengkendek Amankan Arus Lalu Lintas di Rambu Solo Ke’Pe Tinoring

Agustus 7, 2026

Bhabinkamtibmas Makale Ikut Jumat Bersih Bersama Mahasiswa KKN di Burake

Agustus 7, 2026

Menyorot Kepentingan PT Masmindo Dwi Area di Bumi Tanah Luwu

Juli 26, 2026
1 2 3 … 1,588 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
TRANS TRIBUNTRANS TRIBUN
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • PILKADA
  • HUKUM
  • INFO DESA
  • RAGAM
TRANS TRIBUNTRANS TRIBUN
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • PILKADA
  • HUKUM
  • INFO DESA
  • RAGAM
Home»DAERAH»Bupati Dedy Tolak Alphard, Minta Mobil Dinas Listrik dan Murah
DAERAH

Bupati Dedy Tolak Alphard, Minta Mobil Dinas Listrik dan Murah

By AdminApril 1, 2025Updated:April 1, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, soal issu mobil dinas bupati. (dok.herman)
Share
Facebook Twitter WhatsApp Telegram

TORAJA UTARA, TransTribun.com – Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, menyatakan tidak akan menggunakan mobil dinas Alphard, melainkan mobil listrik sebagai kendaraan operasional atau mobil dinas yang harganya jauh lebih murah. “Jadi bukan Alphard, tapi mobil listrik yang lebih hemat dan ramah lingkungan,” jelas Frederik Minggu (30/3/2025).

Jawaban Frederik ini sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat tentang pengadaan mobil dinas jenis Toyota Alphard seharga Rp 1,8 miliar oleh Pemkab Toraja Utara.

Meski begitu, Dedy sapaanya, membenarkan bahwa berdasarkan APBD tahun 2025 yang sudah disahkan pada akhir tahun 2024 lalu (saat dirinya belum jadi Bupati), terdapat mata anggaran untuk pengadaan kendaraan dinas operasional Bupati dan Wakil Bupati.

“Anggaran kan sudah direncanakan dan disahkan akhir tahun lalu 2024. Setelah kita lihat kembali, terkait efisiensi ini, kita review kembali. Kita memang membutuhkan kendaraan dinas, tetapi bukan Alphard yang harganya mahal itu, tetapi pilihan kita lebih ke mobil listrik, yang lebih ekonomis dan efisien,” urainya.

Ia menjelaskan, mobil listrik ini jauh lebih murah dan bisa menghemat setengah harga dari Toyota Alphard yang dianggarkan sebelumnya. Kemudian, dengan penghematan ini, Pemkab Toraja Utara bisa membeli lagi aset berupa mobil hybrid, Hyunda.

Mobil Hybrid ini bisa menggunakan bahan bakar, juga bisa menggunakan daya baterai. “Mobilnya juga belum ada, tapi orang sudah ribut. Nda apa-apa, itu tandanya masyarakat kita peka dan terus mengawal pemerintah dalam semua kebijakannya,” ungkapnya.

Frederik mengatakan, menggunakan mobil listrik, juga merupakan salah satu bentuk efisiensi. Karena, pemerintah bisa berhemat dari sisi bahan bakar dan pemeliharaan. “Dari sisi bahan bakar dan pemeliharaan ini, kita bisa berhemat banyak. Belum lagi dari sisi lingkungannya. Kalau Alphard, satu kali perjalanan kita ke Makassar bisa habis Rp 2 juta hanya untuk bensin saja. Tapi kalau mobil listrik paling Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu,” terangnya.

Dedy juga menyatakan, dalam pemerintahannya akan terus menpertimbangkan input dan ouput. Artinya, setelah mendapat fasilitas mobil dinas, dirinya akan berupaya kerja maksimal kepada masyarakat. “Saya selalu melihat input dan outputnya seperti apa, artinya saya harus mengembalikan 10 kali lipat dari apa yang saya lakukan. Minggu lalu saya ke Makassar, saya bilang ke pak Gubernur saya beli mobil listrik bukan Alphard, katanya bagus sekali, akhirnya kita dijanjikan oleh PLN stasiun pengisian kendaraan listrik umum,” ujarnya.

Diam-diam Lakukan Efisiensi

Lebih jauh, Frederik menyatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir ini, pihaknya melakukan review anggaran di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Ini memang belum final ya, tapi anggaran kita di tahun 2025, yang sudah disahkan sebelumnya itu, banyak sekali yang tidak tepat sasaran. Sehingga, mengikuti arahan Bapak Presiden Prabowo, kita coba review kembali dan bisa mendapatkan penghematan yang luar biasa besar,” ungkap Dedy.

Dari upaya penghematan ini, pemerintah mengalokasikannya ke beberapa kegiatan strategis dan mendesak, seperti revitalisasi Sungai Sa’dan, revitalisasi drainase dan Pasar Bolu dan beberapa titik langganan banjir di dalam kota. Kemudian perbaikan beberapa ruas jalan dalam kota. Pembangunan jalan ke Baruppu’ Parodo dan dari Sapan ke Pulu-Pulu.

“Ini kan isunya mungkin kurang keren, jadi tidak terangkat ke permukaan. Tapi nda apa-apa, kita kerja dalam senyap. Dedy-Andre siap tidak populer demi kebaikan masyarakat,” pungkasnya. (heb).

Dedy Palimbong Efisiensi Anggaran Mobil Dinas
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Admin
  • Website

Related Posts

PWI Sulsel Ambil Alih Daerah yang Kosong, Wajo Jadi Perhatian

Agustus 25, 2026

Menyorot Kepentingan PT Masmindo Dwi Area di Bumi Tanah Luwu

Juli 26, 2026

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Toraja Utara Perkuat Sinergi dan Pelayanan untuk Masyarakat

Juli 3, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

TRANS TRIBUN
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
  • Kode Etik
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
© 2026 Trans Tribun by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.