Toraja Utara, TransTribun.com l Antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang diduga berkaitan dengan distribusi BBM bersubsidi menjadi perhatian serius Polres Toraja Utara.
Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Toraja Utara turun langsung memantau enam SPBU, Sabtu (5/9) sore. Pemeriksaan dipimpin Kasat Reskrim IPTU Ruxon, SH, bersama Kanit Tipidter IPDA Abdi Musrya dan personel.
Enam SPBU yang dipantau yakni Karrassik, Misiliana, Alang-Alang, Ba’tan, Tallunglipu dan Bolu. Dari hasil pemantauan, stok Pertalite masih tersedia di seluruh SPBU tersebut.
Berbeda dengan Pertalite, ketersediaan Solar bervariasi. Solar masih tersedia di Karrassik dan Tallunglipu, sementara stok di Misiliana dan Alang-Alang nihil. Di Ba’tan dan Bolu, Solar dilaporkan telah habis saat petugas melakukan pemeriksaan.
Polisi juga memperketat pengawasan terhadap kendaraan yang hendak mengisi BBM bersubsidi. Pengemudi diminta menunjukkan barcode resmi pembelian. Kendaraan yang tidak sesuai barcode atau ketentuan diminta meninggalkan area SPBU.

Kasat Reskrim IPTU Ruxon menegaskan operator SPBU tidak boleh melayani konsumen yang tidak memenuhi ketentuan penerima BBM bersubsidi.
Polisi juga meminta pengelola SPBU memasang spanduk atau banner larangan penyalahgunaan BBM bersubsidi di lokasi yang mudah dilihat masyarakat.
Polres Toraja Utara memastikan pengawasan akan dilakukan secara berkala untuk mencegah dugaan penyalahgunaan dan memastikan BBM bersubsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak. (heb)

