MAKASSAR, TransTribun.com l Prihatin melihat akses jalan sejauh kurang lebih 3 Km pada ruas Sereale-Pangala, yakni dari Ke’pe ke Ka’bi’, aktivis yang juga Koordinator Investigasi dan Penindakan Toraja Transparansi ini, Saprianto Sarungu’, meminta perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, untuk diperbaiki. “Ini kan jalan provinsi dan kalau tidak salah di era Nurdin Abdullah jadi gubernur yang lalu ini sudah pernah diproyekkan,” ujar aktivis ini.
Menurut Saprianto, dalam perjalanan ke Pangala’, baru-baru ini, jalan rusak ini sepanjang kurang lebih 3 Km dari Ke’pe’ ke Ka’bi’. “Yang rusak ini sekitar 3 Km dari Ke’pe’ sampai Ka’bi’ harus mendapat perhatian serius Pemprov Sulsel. Ini sudah lama begini. Apalagi jalan ini menuju ke tanah leluhur pahlawan nasional Pong Tiku. Kalau perlu pemerintah pusat juga memberi perhatian yang serius,” ucapnya.
Saprianto juga melihat perhatian pemerintah sebagai bentuk penghargaan terhadap Pong Tiku, belum maksimal. “Bisa dilihat sendiri kondisi makam Almarhum masih dari dulu begitu, belum ada pemugaran. Juga area halaman dan rumah Tongkonan di Tondon Pangala’ sebagai objek ritus dan historis belum maksimal tersentuh oleh pemerintah untuk dibenahi,” beber pria PARIS (Pangala’ Riu dan Sekitarnya) ini. (james)

