MAKASSAR, TransTribun.com l Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan menegaskan kembali kewenangan PWI Provinsi atas seluruh kepengurusan PWI di tingkat kabupaten/kota.
Ketua PWI Sulsel, Ir. H. Suwardi Thahir, M.I.Kom., menyatakan setiap kebijakan, aktivitas organisasi, dan penggunaan kewenangan PWI di daerah harus berjalan sesuai struktur dan garis komando organisasi.
Penegasan itu disampaikan Suwardi dalam diskusi dan koordinasi bersama jajaran pengurus PWI Sulsel dan sejumlah perwakilan daerah di Warkop Sami, Panakkukang, Makassar, Minggu (23/8). Ia didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sulsel, H. Mappiar.
Suwardi mengatakan, pembenahan kepengurusan daerah menjadi salah satu prioritas PWI Sulsel, terutama di wilayah yang masa baktinya telah berakhir atau mengalami kekosongan kepemimpinan.
“Kami bergerak cepat melakukan pembenahan struktur. Untuk daerah yang mengalami kekosongan kepengurusan, sementara kendali organisasi diambil alih oleh PWI Provinsi,” tegas Suwardi.
Salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus adalah PWI Kabupaten Wajo. Kondisi internal organisasi di daerah tersebut menjadi bagian dari evaluasi dan pembenahan yang sedang dilakukan PWI Sulsel.
Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sulsel, H. Mappiar, menyebut selain Wajo, sejumlah daerah seperti Soppeng dan Bone juga masuk dalam pengawasan organisasi.
“Khusus PWI Wajo, kami akan segera menunjuk Pelaksana Harian (Plh). Ini dilakukan agar roda organisasi tetap berjalan normal sambil menunggu penyempurnaan dan pembentukan kepengurusan definitif,” kata Mappiar.
Menurutnya, keberadaan Plh diperlukan untuk memastikan kegiatan organisasi tetap berjalan, sekaligus menjaga soliditas dan marwah PWI di daerah.
PWI Sulsel juga akan melakukan evaluasi dan pembinaan secara intensif terhadap kepengurusan daerah yang membutuhkan penataan. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat terbentuknya kepengurusan definitif sesuai mekanisme organisasi.
Mappiar mengajak seluruh anggota dan konstituen PWI di daerah untuk menjaga soliditas serta mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“PWI adalah rumah besar bagi seluruh wartawan. Jangan sampai dinamika internal menimbulkan perpecahan yang akhirnya mencederai nama baik organisasi dan merusak kepercayaan publik terhadap pers,” pungkasnya. (*)

