MAKALE, Transtribun.com l Pengawasan masyarakat di tiap lembang (red, desa) seperti di Toraja, memang tidak boleh berhenti. Betapa tidak, masyarakat lokal lebih mengetahui kondisi di lembangnya dengan berbagai aktivitas pembangunan serta sepak terjang pemerintah setempat. Tak heran, sorotan masyarakat lokal selalu objektif karena mereka sangat merasakan efek dari pembangunan proyek itu.
Seperti terjadi di Lembang Tapparan Utara, Tana Toraja. Seorang warga masyarakat lokal yang enggan disebut namanya, menyoroti kinerja kepala lembang terkait sejumlah proyek fisik yang ada. Dimulai dari proyek Pamsimas yang hingga sekarang belum dinikmati masyarakat Lembang Tapparan Utara. Proyek lain adalah Pentalutan Ruas jalan Kaluppini-Pangleon di Dusun Leppangan tahun anggaran 2024 senilai Rp138.059.103, 72.

Proyek talut bervolume 27 x 3 m yang dikerja TPK Lembang Tapparan Utara ini sampai sekarang belum ditimbun. Ironisnya, proyek rabat jalan di lembang ini juga belum dikerja. Di lapangan hanya tampak gundukan material pasir dan batu kerikil disebar di beberapa titik. Dihubungi melalui ponsel, Jumat (13/12) tengah malam, Kepala Lembang Tapparan Utara, Riharyantje, mengakui, Pamsimas itu belum dinikmati masyarakatnya sampai sekarang.
“Pipanya pecah dan jadinya mubasir karena tidak dinikmati masyarakat. Saya lupa anggarannya berapa pak,” ujar Kepala Lembang yang akrab dipanggil Yantje. Soal Pentalutan, Yantje juga mengaku belum ditimbun. Pertimbangannya, kata dia, mendengar saran dari tukang dan konsultan. “Katanya jangan langsung ditimbuni berat. Jangan sampai terbebani talut itu jangan sampai roboh. Jadi itu dipelan-pelan biar enak rapatnya ke bawah yang timbunan, jadi tetap kami akan usahakan,” jelasnya.

Sedang soal proyek rabat jalan, kata Yantje, pihaknya terkendala masalah cuaca. “Bahan sudah ada tapi masalah cuaca lagi. Saya ada kendala memang masalah cuaca. Bagaimana kita mau kerja jalan ke bawah itu licin sekali. Kami mau kerja sekarang tapi masyarakat minta tolong jangan dulu licin sekali. Saya tetap akan usahakan selesaikan bagaimanapun. Karena ini kami juga harus hargai masyarakat ada kegiatan natal,” kilahnya.
Menyinggung papan proyek atau papan informasi yang tidak terlihat di lokasi kegiatan seperti pada proyek rabat jalan, Kalem mengatakan, papan proyek itu sesungguhnya ada dan sudah disiapkan. “Papan proyek atau papan potensinya ada, cuma kalau informasinya tidak dilihat di lokasi berarti masih ada di kantor, tapi ada sebenarnya cuma mungkin belum terpasang saja. Jadi begini untuk pekerjaan rabat jalan itu ada dua segmen, mungkin di segmen yang lain ada papan proyek itu,” terang Yantje lagi. (james)

