
MAKASSAR, TransTribun.com l Sejumlah proyek jalan dan jembatan tahun anggaran 2025 di Toraja Utara mandapat atensi kalangan penggiat anti korupsi di Sulsel. Salah satunya datang dari Organisasi Non Pemerintah (ORNOP) Perkumpulan Pengawas Independen Indonesia (WASINDO) lewat Sekjennya, Haeruddin. Melalui telepon seluler dari Kendari, Sabtu (17/1) hari ini, Haeruddin mengatakan, pihaknya banyak menerima informasi atau laporan tentang pelaksanaan proyek fisik 2025 anggaran miliaran di Toraja Utara dengan kondisi pekerjaan masing-masing.
Diantaranya, kata dia, proyek Rekonstruksi/Peningkatan Jalan Ruas Sa’dan-Balusu (Paket I) senilai Rp2,7 M lebih dikerja CV. BU yang beralamat di Jl. TelkomI No. 68 Makassar. Ia mempertanyakan soal ketebalan rabat beton ruas jalan tersebut. Juga campuran semen rabat beton yang diduga tidak memenuhi standard teknis atau spek. “Kalau masalah campuran, selalu patokan di Mix Desain, speknya di situ fc18 mpa,” ujar Triman Adi P, ST, Konsultan Pengawas, melalui WA.

Masalahnya, campuran rabat itu diduga tidak sesuai spek dimaksud. Begitu pula ketebalan rabatnya. Meskipun tebal tapi dengan campuran yang tidak standard, coran rabat itu bakal cepat aus. “Saat pengukuran akhir kemarin sudah sesuai dengan ketebalan yang ada di spek.🙏,” ungkap PPK, Irwan, melalui WA. Awak media memantau langsung kondisi jalan pasca dikerja. Dari pantauan, tampak lapisan tanah menyatu dengan campuran beton. Irwan merespon, kemungkinan itu terjadi karena materialnya yang kurang bersih. “Kalau itu mungkin di materialnya yg kurang bersih, ataukah pengaruh air dari jalan. Mungkin ya,” timpalnya.
Ironisnya, belum lama dikerja, pada permukaan jalan itu sudah tampak retak. “Mungkin krn kelebihan semen dan kurang disiram pada saat proses pengeringan.🙏, “ beber Irwan. Begitu pula respon Triman Adi, karena kurangnya perawatan (curing) atas beton tersebut. “Retak retak ini kurang curing di awal awal pekerjaan. Jadi banyaknya itu di STA awal, sudah kami sampaikan ke rekanan, makanya mereka lgs ganti tim, Krn memang agak susah itu hari di kasitau, kalau masalah retak ini memang masih tanggung jawab rekanan,” jelas Triman. (yusti)


