TORAIA UTARA, TransTribun.com – Panitia Pembentukan Toraja Barat Daya sebagai pemekaran daerah otonomi baru (DOB) dari Toraja Utara, akan menggelar Kombongan Kalua (Pertemuan Akbar) di Hari Pahlawan Pongtiku, Juli 2025 mendatang. Keputusan ini diambil setelah diadakan pertemuan ke-6 kalinya di Kafe Sandana Rantepao, Rabu, 16 April 2025.
Tujuan pertemuan ini untuk melengkapi kepengurusan panitia pemekaran dan persiapan panitia pelaksana Kombongan Kalua. Rapat ini menghasilkan empat program kerja, bagian dari rencana pemekaran, yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Antara lain, menambah Struktur Kepanitiaan Pemekaran DOB dan mengadakan Ngopi Bareng Panitia DOB bersama Bupati Toraja Utara di Rujab.
Kemudian, mengadakan Kombongan Kalua pada hari Pahlawan Pongtiku Juli 2025 serta melakukan persiapan Kajian Akademik dengan melibatkan Pemerintah Daerah dan DPRD. Tujuan Kombongan Kalua salah satunya untuk mendiskusikan tentang manfaat bagi masyarakat Toraja Utara atas pemekaran dengan membentuk satu kabupaten baru.
“Saya berharap kita semua mendukung dengan adanya rencana pemekaran Toraja Barat Daya, akan sangat berdampak pada pembangunan daerah kita mulai dari pembangunan infrastruktur, pembangunan ekonomi, dan pembangunan sumberdaya manusia, dan juga mendekatkan pelayanan kepada masyarakat baik pemerintahan maupun pelayanan publik lainya,” ujar Dan Pongtasik, SH selaku Ketua Panitia Pemekaran Toraja Barat Daya. Pertemuan ini dihadiri panitia inti pemekaran dari berbagai golongan, tokoh pemuda yang bersepakat dan mendukung untuk Pembentukan Toraja Barat Daya.

“Kami sangat mengapresiasi atas semangat panitia dengan wacana pembentukan Kabupaten Toraja Barat Daya, kami masyarakat Rindingallo dan sekitarnya siap mendukung pemekaran Toraja Barat Barat, yang dulunya digulirkan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia KNPI Toraja yang didukung mantan Bupati Toraja Utara Alm. Drs. Kalatiku Paembonan, M.Si. Untuk memperkuat rencana pemekaran DOB panitia mempersiapkan diri mengadakan Kombongan Kalua yang akan dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Lumbaa dan Gubernur Papua Pegunungan John Tabo,” ucap Ardi Lulun, Wakil Sekretaris Panitia Pemekaran.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Panitia Pemekaran Dan Pongtasik, SH, Habel Pongsibidang (Bidang Kajian Akademik), Daniel Rumengan (Wakil Sekretaris), Yohanis Linting Paembonan (Pengarah), Amos Palittin(Bidang Penghubung/Loby), Paulus Pongdatu dan Dewina Palinggi (Bidang Humas dan Sosialisasi), dan Ardi Lulun.
Pertemuan demi pertemuan panitia pemekaran hingga rencana Kombongan Kalua mendatang, Tokoh Pemuda PARIS (Pangala’ Riu dan Sekitarnya) yang juga Aktivis Anti Rasuah, Saprianto Sarungu’ menyambut baik. “Semua niat yang baik, apalagi jika dimulai dengan cara yang baik, transparan, rasional dan realistis patut didukung, kalau perlu disupport. Dimulai dari struktur kepanitiaan yang ada misalnya. Ini harus dibuka dan diumumkan ke publik, kalau ada respon dari masyarakat bisa jadi masukan. Menempatkan personil panitia, harus sesuai kompetensi yang dimiliki, bukan ujuk-ujuk. Lihat background dan rekam jejaknya. Saya melihatnya begitu ya,” ketus Saprianto yang juga Koordinator Investigasi Toraja Transparansi ini. (heb)

