Close Menu
TRANS TRIBUNTRANS TRIBUN
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • PILKADA
  • HUKUM
  • INFO DESA
  • RAGAM
Berita Terkini

Hadir di Tengah Pemerintahan Kelurahan, Bhabinkamtibmas Tingkatkan Sinergitas Demi Keamanan Wilayah

April 22, 2026

Swasembada Jagung Dorong Ekonomi Desa, Polisi Aktif Dampingi Petani

April 22, 2026

Tingkatkan Kemampuan Personel, Polres Maros Gelar Latkampuan Bhabinkamtibmas Polisi Penolong

April 20, 2026

Kapolres Maros Ucapkan Terima Kasih Atas Pengamanan MTQ Sulsel 2026 Berjalan Dengan Aman Dan Lancar

April 20, 2026
1 2 3 … 1,573 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
TRANS TRIBUNTRANS TRIBUN
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • PILKADA
  • HUKUM
  • INFO DESA
  • RAGAM
TRANS TRIBUNTRANS TRIBUN
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • PILKADA
  • HUKUM
  • INFO DESA
  • RAGAM
Home»TNI-POLRI»Polres Selayar Sering Temukan  Anak-anak Mengisap Lem, Ini Dampaknya Yang Sangat Berbahaya 
TNI-POLRI

Polres Selayar Sering Temukan  Anak-anak Mengisap Lem, Ini Dampaknya Yang Sangat Berbahaya 

By AdminSeptember 2, 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter WhatsApp Telegram

KEPULAUAN SELAYAR- Menanggapi adanya Aduan Masyarakat yang melihat adanya sejumlah anak tengah mengisap Lem Fox di salah satu Kawasan di Kota Benteng,  Polres Kepulauan Selayar menyampaikan apresiasi atas informasi tersebut.

“ Trimakasih Infonya. Kami akan teruskan ke Unit Terkait. Kepada Seluruh orang tua, perlu kami sampaikan dalam beberapa kali kegiatan Patroli, benar kami temukan ada anak-anak remaja yg memiliki kebiasaan mengisap Lem Jenis tertentu. Diharapkan agar memperhatikan pergaulan dan kebiasaan anaknya, khususnya saat malam hari. Terima kasih” tulis Akun resmi FB Polres Kepulauan  Selayar, Senin  (02/09).

Dihubungi terpisah, Ps. Kasi Humas Polres Kepulauan Selayar Aipda Suardi Alimuddin membenarkan hal tersebut, bahwa Laporan ditemukannya anak-anak yang sering mengkonsumsi Lem Fox sudah menjadi fenomena dalam beberapa Tahun terakhir.

“ Tim Patroli Polres, maupun Polsek Benteng sering menemukan gerombolan anak-anak mengisap Lem Fox ini, usianya rata-rata usia Pelajar, kebanyakan SD sampai SMP, bahkan ada juga yang sudah remaja atau usia SMA. Setiap ditangkap kami panggil Orang Tua atau Keluarga anak-anak ini untuk dilaksanakan pembinaan” kata Aipda Suardi.

Untuk diketahui, bahwa lem yang seim dihisap anak-anak ini masuk dalam kategori Zat Inhalan yang memiliki kemampuan adiktif (membuat kecanduan), menghirup bahan adiktif yang berbau tajam atau inhalan seperti lem kayu memiliki dampak negatif bagi tubuh.

Menurut Foundation of Free Drug World, kebanyakan inhalan langsung mempengaruhi sistem saraf dan mengakibatkan perubahan pada cara berpikir kita. Dampak dalam jangka pendek yaitu hanya dalam beberapa detik saja, pengguna mengalami kemabukan dan efek lainnya seperti yang diakibatkan alkohol. Ada berbagai efek yang dapat dialami selama atau segera sesudah menggunakannya.

Penggunanya akan berbicara cadel, mabuk, pusing atau penampilan teler, tidak mampu mengkoordinasi gerakan, halusinasi dan khayalan. Kebiasaan  ini juga menyebabkan pengguna apatis, daya pertimbangan yang terganggu, ketidaksadaran, sakit kepala berat dan bercak-bercak di sekitar hidung dan mulut.

Menghisap zat-zat kimia ini yang berkelanjutan dapat mengakibatkan detak jantung yang tidak teratur dan cepat dan menyebabkan gagal jantung dan kematian dalam beberapa menit. Karena  dapat menyebabkan mati lemas akibat oksigen di paru-paru diganti dengan zat kimia tersebut, yang kemudian mempengaruhi pusat sistem saraf, sehingga pernapasan akan terhenti.

Sedangkan efek jangka panjang bagi pengguna yang menghirup lem yaitu kelemahan otot, disorientasi, kurangnya koordinasi, sifat lekas marah, depresi, Kerusakan yang kadang-kadang tidak dapat disembuhkan pada jantung, hati, ginjal, paru-paru dan otak.

Penggunaan bahan penghirup terkait dengan beberapa masalah kesehatan yang serius. Menghirup lem dan tiner mengakibatkan masalah pada ginjal. Menghirup toluene dan bahan pelarut lainnya berakibat kerusakan pada hati. Penyalahgunaan inhalan juga berakibat kerusakan pada daya ingat dan melemahkan kecerdasan.

Diharapkan orangtua lebih waspada dan tak meremehkan penyalahgunaan inhalan ini. Selain lem kayu dan tiner, zat lain yang termasuk inhalan antara lain spritus, bensin, kuteks, semir, dan tinta spidol.  

(Humas Polres)

Berita Terkini Polres Tana Toraja Polres Tana Toraja
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Admin
  • Website

Related Posts

Hadir di Tengah Pemerintahan Kelurahan, Bhabinkamtibmas Tingkatkan Sinergitas Demi Keamanan Wilayah

April 22, 2026

Swasembada Jagung Dorong Ekonomi Desa, Polisi Aktif Dampingi Petani

April 22, 2026

Tingkatkan Kemampuan Personel, Polres Maros Gelar Latkampuan Bhabinkamtibmas Polisi Penolong

April 20, 2026

Comments are closed.

TRANS TRIBUN
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
  • Kode Etik
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
© 2026 Trans Tribun by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.