MAKASSAR, TransTribun.com l Putri Dakka, Calon Wali Kota Palopo, ternyata masih berdarah Toraja. Ia mengaku, mengetahui tentang budaya Toraja. Putri banyak belajar tentang kehidupan sosial dan adat-istiadat Toraja. Hal ini disampaikan Putri saat sowan ke kantor Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja dan bertemu langsung Ketua Umum BPS GT, Pdt. DR. Alfred Anggui, M.Th, di Rantepao, Toraja Utara, Selalu lalu (24/9).
Dalam pertemuan dengan jajaran BPS Gereja Toraja, Putri Dakka bersama Cawawali Haidir Basir, bertukar pikiran dan menerima masukan serta menyampaikan sejumlah ide dan terobosan yang akan dilakukan jika diberi amanah memimpin Kota Palopo. Dalam pertemuan, turut hadir mantan Ketua Umum Ketua BPS Gereja Toraja, Pdt. Musa Salusu, M.Th.

Putri Dakka mengaku senang dengan sambutan yang diberikan Ketua Umum BPS Alfred Anggui. Ini merupakan momen penting dan terhormat bagi Putri Dakka dan Haidir Basir. Keduanya melontarkan gagasan membangun Kota Palopo sebagai tempat bersama dengan kearifan lokal serta kehidupan moderasi majemuk yang bertoleransi, maju, mandiri dan kota inklusi yang dikagumi.
Program pengembangan Kota Palopo khususnya dalam mempersiapkan sarana dan akses, kata Putri Dakka, untuk menopang dan penyangga Toraja sebagai Daerah Tujuan Wisata Utama. Pasangan calon ini bertekad untuk mempersiapkan dermaga dan pelabuhan yang bisa disinggahi kapal pesiar berdaya angkut besar serta konsep wisata berbasis digital.
Akses ini, tambah Putri Dakka, penting guna memudahkan, menarik dan mendatangkan wisatawan khususnya yang menggunakan kapal pesiar. Kota Palopo akan disiapkan sebagai persinggahan menarik berkonsep city tour sebelum atau sesudah berkunjung ke Toraja.
”Saya bersama calon wakil saya dan rombongan sungguh mendapat kesempatan yang berharga, sangat luar biasa boleh bertemu berdiskusi mendapat pesan-pesan kebaikan khususnya proses pilkada serta masukan untuk membangun Kota Palopo kelak saya diberi amanah dan kepercayaan,” cetusnya.

Putri Dakka juga akan mendorong program keumatan dengan memberi perhatian khusus bagi guru-guru sekolah minggu, penjaga rumah ibadah serta gerakan-gerakan aksi dalam memelihara toleransi yang sesungguhnya di Kota Palopo.
”Saya akan memberi perhatian khusus dan menjaga serta membawa Kota Palopo sebagai rumah besar bagi semua, jadi daerah terkemuka, pusat niaga, serta pengembangan destinasi untuk penyangga strategis Ibu Kota Nusantara di Kaltim,” jelasnya. (james)

