Close Menu
TRANS TRIBUNTRANS TRIBUN
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • PILKADA
  • HUKUM
  • INFO DESA
  • RAGAM
Berita Terkini

Polsek Tanete Riattang Siaga Jaga Keamanan Pesta Pernikahan di Panyula

April 14, 2026

Mediasi Pengrusakan Pagar, Bhabinkamtibmas dan Lurah Toro Fasilitasi Penyelesaian Damai

April 14, 2026

Kapolrestabes Makassar Ngopi Kamtibmas dengan Warga Bunga Eja Beru Bersinergi Jaga Keamanan

April 14, 2026

Kapolrestabes Makassar Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek Jajaran

April 13, 2026
1 2 3 … 1,570 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
TRANS TRIBUNTRANS TRIBUN
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • PILKADA
  • HUKUM
  • INFO DESA
  • RAGAM
TRANS TRIBUNTRANS TRIBUN
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • PILKADA
  • HUKUM
  • INFO DESA
  • RAGAM
Home»DAERAH»Morowali Gaspol Rekrutmen ASN 2026: 840 Formasi CPNS–PPPK Didorong, Tunggu Restu Pusat
DAERAH

Morowali Gaspol Rekrutmen ASN 2026: 840 Formasi CPNS–PPPK Didorong, Tunggu Restu Pusat

By AdminApril 10, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Asep Haerudin, Kepala BKPSDMD (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah) Kabupaten Morowali. (dok.ist)
Share
Facebook Twitter WhatsApp Telegram

MOROWALI, TransTribun.com – Pemerintah Kabupaten Morowali tancap gas menyiapkan penguatan aparatur sipil negara (ASN) untuk tahun 2026. Sebanyak 840 formasi gabungan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi diusulkan ke pemerintah pusat.

Kepala BKPSDMD Morowali, Asep Haerudin, mengungkapkan proposal kebutuhan tersebut telah dikirim ke Kementerian PAN-RB sejak 28 Maret 2026. Usulan itu tidak hanya menyasar CPNS, tetapi juga mengakomodasi PPPK sebagai tulang punggung pengisian jabatan fungsional. “Semua sudah kami ajukan, baik CPNS maupun PPPK. Tinggal menunggu persetujuan dari pusat,” tegas Asep, Kamis (9/4).

Sebelum angka 840 formasi dipatok, Pemkab Morowali lebih dulu melakukan kalkulasi ketat. Koordinasi lintas sektor digelar bersama Bupati dan BPKAD guna memastikan kemampuan fiskal daerah benar-benar siap menanggung beban gaji hingga tambahan penghasilan pegawai (TPP).

Asep menekankan, skema pengisian jabatan disusun realistis. Posisi strategis tertentu akan diisi CPNS, sementara sebagian besar kebutuhan teknis dan pelayanan publik diarahkan kepada PPPK. “Ini bukan sekadar menambah pegawai, tapi memastikan jabatan-jabatan yang kosong bisa terisi sesuai kebutuhan riil,” ujarnya.

Hasil pemetaan internal menunjukkan masih adanya sejumlah posisi krusial yang belum terisi. Jika usulan ini disetujui, Pemkab Morowali optimistis kekosongan tersebut bisa ditutup, sekaligus memperkuat kualitas layanan publik.

Kini, bola ada di tangan KemenPAN-RB. Pemkab Morowali menunggu lampu hijau, dengan harapan rekrutmen ASN 2026 benar-benar menjadi solusi, bukan sekadar angka di atas kertas. (herba)

Asep Haerudin CPNS-PPPK Usulan Morowali
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Admin
  • Website

Related Posts

Gubernur Sulteng Bantah “Bagi Proyek” ke LSM, Isu Hibah Rp13 Miliar ke Kejati Disorot

April 10, 2026

Teror ke Wartawan! Kepala Lembang Saloso di Toraja Utara Dipolisikan, Polisi Didesak Bertindak Tegas

April 6, 2026

Herman Barrung, Sosok Jurnalis Toraja Penuh Sahaja Tapi Pegang Prinsip

Maret 15, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

TRANS TRIBUN
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
  • Kode Etik
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
© 2026 Trans Tribun by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.