MOROWALI, TransTribun.com – Pemerintah Kabupaten Morowali tancap gas menyiapkan penguatan aparatur sipil negara (ASN) untuk tahun 2026. Sebanyak 840 formasi gabungan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi diusulkan ke pemerintah pusat.
Kepala BKPSDMD Morowali, Asep Haerudin, mengungkapkan proposal kebutuhan tersebut telah dikirim ke Kementerian PAN-RB sejak 28 Maret 2026. Usulan itu tidak hanya menyasar CPNS, tetapi juga mengakomodasi PPPK sebagai tulang punggung pengisian jabatan fungsional. “Semua sudah kami ajukan, baik CPNS maupun PPPK. Tinggal menunggu persetujuan dari pusat,” tegas Asep, Kamis (9/4).
Sebelum angka 840 formasi dipatok, Pemkab Morowali lebih dulu melakukan kalkulasi ketat. Koordinasi lintas sektor digelar bersama Bupati dan BPKAD guna memastikan kemampuan fiskal daerah benar-benar siap menanggung beban gaji hingga tambahan penghasilan pegawai (TPP).
Asep menekankan, skema pengisian jabatan disusun realistis. Posisi strategis tertentu akan diisi CPNS, sementara sebagian besar kebutuhan teknis dan pelayanan publik diarahkan kepada PPPK. “Ini bukan sekadar menambah pegawai, tapi memastikan jabatan-jabatan yang kosong bisa terisi sesuai kebutuhan riil,” ujarnya.
Hasil pemetaan internal menunjukkan masih adanya sejumlah posisi krusial yang belum terisi. Jika usulan ini disetujui, Pemkab Morowali optimistis kekosongan tersebut bisa ditutup, sekaligus memperkuat kualitas layanan publik.
Kini, bola ada di tangan KemenPAN-RB. Pemkab Morowali menunggu lampu hijau, dengan harapan rekrutmen ASN 2026 benar-benar menjadi solusi, bukan sekadar angka di atas kertas. (herba)

