Close Menu
TRANS TRIBUNTRANS TRIBUN
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • PILKADA
  • HUKUM
  • INFO DESA
  • RAGAM
Berita Terkini

Polsek Tanete Riattang Siaga Jaga Keamanan Pesta Pernikahan di Panyula

April 14, 2026

Mediasi Pengrusakan Pagar, Bhabinkamtibmas dan Lurah Toro Fasilitasi Penyelesaian Damai

April 14, 2026

Kapolrestabes Makassar Ngopi Kamtibmas dengan Warga Bunga Eja Beru Bersinergi Jaga Keamanan

April 14, 2026

Kapolrestabes Makassar Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolsek Jajaran

April 13, 2026
1 2 3 … 1,570 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
TRANS TRIBUNTRANS TRIBUN
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • PILKADA
  • HUKUM
  • INFO DESA
  • RAGAM
TRANS TRIBUNTRANS TRIBUN
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PENDIDIKAN
  • PILKADA
  • HUKUM
  • INFO DESA
  • RAGAM
Home»DAERAH»Gubernur Sulteng Bantah “Bagi Proyek” ke LSM, Isu Hibah Rp13 Miliar ke Kejati Disorot
DAERAH

Gubernur Sulteng Bantah “Bagi Proyek” ke LSM, Isu Hibah Rp13 Miliar ke Kejati Disorot

By AdminApril 10, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Andi Ruly Djanggola, Kadis Cipta Karya dan Sumber Daya Air (kiri), dan Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid (kanan). (dok.transtribun.com)
Share
Facebook Twitter WhatsApp Telegram

PALU, TransTribun.com l Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan tidak pernah mengatur atau memberikan proyek kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk meredam aksi protes terkait hibah APBD sebesar Rp13 miliar kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng. “Itu tidak benar. Silakan diberitakan saja,” tegas Anwar saat dikonfirmasi melalui WhatsApp (WA), Jumat (3/4).

Isu ini mencuat setelah Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda), Andi Rully Djanggola, disebut-sebut menawarkan proyek kepada sejumlah LSM agar menghentikan demonstrasi. Rully bahkan dikabarkan membawa nama gubernur dalam pembicaraan tersebut.

Salah satu anggota LSM, MRS, membenarkan adanya pernyataan tersebut. Ia menyebut Rully kerap mencatut nama gubernur dalam pertemuan dengan kelompok LSM di sebuah kafe di Palu.

LSM mendesak aparat penegak hukum (APH) mengusut dugaan praktik tersebut, termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga menerima proyek maupun yang mencatut nama gubernur.

Sebelumnya, gelombang aksi unjuk rasa digelar sejumlah LSM di berbagai kantor pemerintah, mulai dari Kejati Sulteng, Dinas Cikasda, Inspektorat hingga Kantor Gubernur. Mereka menolak hibah APBD Rp13 miliar yang dinilai tidak tepat di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Dana hibah dari APBD 2025 itu diketahui dialokasikan untuk pembangunan sejumlah fasilitas di Kejati Sulteng, seperti klinik gigi dan rumah jabatan pejabat kejaksaan.

Dalam setiap aksi, LSM juga menyinggung dugaan adanya kaitan hibah tersebut dengan sejumlah kasus yang mandek di Kejati, termasuk perkara “Semarak Sulteng Nambaso” yang sempat menyeret nama anak gubernur, Muhammad Fathur Razak.

Menanggapi hal itu, Anwar Hafid kembali membantah keterlibatan keluarganya. Ia menegaskan tidak ada anggota keluarganya yang memiliki perusahaan event organizer (EO), serta menyebut penyelidikan kasus tersebut telah dihentikan karena tidak terbukti.

“Tidak ada itu. Keluarga saya tidak punya perusahaan EO, dan penyelidikannya sudah dihentikan karena laporan tidak berdasar,” pungkasnya. (herman)

Anwar Hafid Dana Hibah Sulawesi Tengah
Share. Facebook Twitter Telegram WhatsApp
Admin
  • Website

Related Posts

Morowali Gaspol Rekrutmen ASN 2026: 840 Formasi CPNS–PPPK Didorong, Tunggu Restu Pusat

April 10, 2026

Teror ke Wartawan! Kepala Lembang Saloso di Toraja Utara Dipolisikan, Polisi Didesak Bertindak Tegas

April 6, 2026

Herman Barrung, Sosok Jurnalis Toraja Penuh Sahaja Tapi Pegang Prinsip

Maret 15, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

TRANS TRIBUN
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
  • Kode Etik
  • Pedoman Siber
  • Redaksi
© 2026 Trans Tribun by WebPro.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.